Launching
comeback
launchpad

Minggu, 02 Desember 2012

Tanda Tanya Dari Rose

Apakah yang akan terjadi apabila sebuah janji suci pupus?
                                               Oleh yudha palistiandika
                                                         21 nov 2012




Sebuah warna yang pekat kini kau sisakan untuk aku. Sebuah kenangan yang terindah menjadi kelabu dimemori  dan sebuah gejolak membara menjadi hempasan ombak yang ganas. Aku mengerti, aku harus menerjang ombak ganas itu sesuai kehendakmu. Sungguh, dia gadis pertama yang  mengotori sanubari. Terasa aneh, aku bukan tipe orang yang mudah gentar, tetapi ratusan orang serta gerimis hujan menjadi saksi megah cinta kita.
Masih lekat diingatanku, satu hari sebelum hari pernikahan kami tepatnya hari sabtu legi, wanita yang sudah aku pacari selama dua tahun lima bulan, wanita yang sudah aku impikan sejak dulu kelak akan menjadi milikku seutuhnya, akan menjadi ibu dari anak-anak aku, akan menjadi istri yang solehah yang sudah kudambahkan. Tak sering diriku membayang kejadian-kejadian yang akan terjadi setelah kami menikah, mungkin aku dipagi hari akan terbangun dengan harumnya bau nasi goreng atau segelas kopi yang telah disediakan diatas meja. Dan lebih indah lagi setiap malam tidurku tidak akan kesepian, tak sabar rasanya menunggu hari itu. Sebuah cincin bermata berlian telah kusiapkan untuk calon istriku tersayang. Namun semua harapan manis itu berubah menjadi kilat yang menyambar dipagi hari, tepat dimana sebait bbm muncul dihandphone milikku saat wisuda S1 Sarjana Ekonomi diriku berlangsung.
Suatu sore dua tahun  lima bulan silam, aku datang untuk menghadiri acara festival jepang  dimana kamu yang memaksa aku untuk hadir.  Aku rela datang untuk kamu, melawan macet, sibuk memilih warna baju yang padan hingga berjam-jam dan melewatkan launching bisnis jam flanelku dimedan. Padahal saat itu, statusku hanya seorang sahabat yang selalu ada untuk mendengar curhatan dari bibir manismu, masih teringat diriku saat dirimu berkisah sambil berlinang air mata tentang hiruk pikuk perjalanan cintamu sebulan yang lalu.
Setelah diriku tiba ditaman diadakan festival, terlihat dari kejauhan seorang wanita sedang melambaikan tangan kepadaku dan berjalan menuju arahku yang berambut pendek, kulitnya yang putih, senyumnya yang manis serta rambut cokelat pendeknya yang mengingatkan aku dengan artis korea yoon eun hye. Wanita itu adalah Rose. “Hai, apa kabar ?” sapaan manis dia terhadapku sambil bersalaman dengan tangannya yang halus. “Aku baik, malahan sangat baik hari ini” ucapku sumingrah. “Akhirnya kamu datang juga, aku kira kamu gak jadi datang” ucapnya semangat sambil menepuk bahuku”. Aku pasti datanglah, akukan suka budaya jepang juga” ucapku tersenyum simpul. Selang perbincangan tadi, aku langsung berjalan bersama dia menuju taman tempat berlangsungnya festival, ternyata festivalnya sungguh meriah dan memukau ratusan penonton yang datang. Tepat dipenghujung acara setelah acara puncak dan rose tampil menari jepang selesai, hujan gerimis menghiasai langit-langit acara festival, nampaknya gerimis ini tak dihiraukan oleh penonton. Dengan bergegas diriku langsung naik keatas panggung dan mengambil mike yang telah disediakan MC, maklum ditengah istirahat acara tadi aku berunding kepada MC untuk naik keatas panggung. Ditengah derai gerimis aku berdiri tegak diatas panggung dan sedikit menghembus napas, langsung memanggil seorang wanita yaitu rose untuk naik ke panggung. Tampak dari kejauhan rose kebingungan lalu memberi kode kecil kepadaku dan semua mata penonton tertuju kepada dia. Dengan rasa kebingungan rose naik ke atas panggung, “aku mau ngomong sama kamu” ucapku pelan. “Apa? Kenapa disini?” ucap rose berbisik dengan ekspresi muka yang malu. Ku tatap kedua  mata rose yang kecil dan sipit itu, serta diiringi lagu akustik Sabrina Just the way you are lalu kuucapkan kata-kata;
 “Rose, kita menjadi seorang sahabat sudah begitu lama, aku tahu sekali tentang diri kamu dan sebaliknya kamupun begitu mengenal aku, bahkan  kesukaan kita sama yaitu menyukai matahari terbenam disore hari. Aku merasa seperti harry potter bertemu kamu, seperti magic tau. Kamu mau menemaniku melihat matahari terbenam lagi?” lalu rose tidak berkata apa-apa namun hanya menaggukkan kepalanya. Lalu kulepaskan satu buah sepatu cate ku dan bersujud didepan dia. Tiba-tiba rose terkejut dan suara penonton yang berteriak gemuruh, tampak matanya terbelalak “kamu mau ngapain, dimas?” ucap rose kaget. “ Rose, kamu mau menjadi matahari dihidup aku? Jika kamu mau, ambil sepatuku dan jika kamu menolak buang aja sepatunya”. Nampak suara penonton yang berteriak terima…. terima…terima…Iya..Iya..iya, dan rose pun menjawab,          “dimas, aku..aku..karena aku udah lama menjadi matahari dihati kamu, aku mau”. Lalu kupeluk rose dengan erat terasa gembira dan indah bahkan suara penonton yang tak henti bersorak kepada kami.
Sejak hari itu, kamipun resmi berpacaran layaknya orang berpacaran kami sering menghabiskan waktu bersama, smsan, telponan, bahkan bersenda gurau bersama pokoknya terasa dunia ini hanya milik berdua. Hingga suatu hari, tepat setelah delapan bulan kami berpacaran, rose mendapatkan pekerjaan sebagai pengisi acara menari diacara televisi swasta, akupun mengantar dia dan melihat serta menunggu dilokasi hingga acaranya selesai, dua jam pun berlalu rose telah selesai. Kamipun beranjak makan ditempat langganan kami yaitu bebek goreng, saat makan wajah rose terlihat gusar ada sesuatu yang dipikirkan oleh dia. “kamu kenapa, ceritalah?” tanyaku pelan, “gak ada apa-apa, hanya kecapean ajah” ucap dia tersenyum. Aku teringat kata-kata bijak dari Mario teguh bahwa apabila seorang wanita menjawab tidak apa-apa berarti menyimpan beribu makna dibalik itu. “Ada apa yah dengan rose” tanyaku dalam hati.
Malam semakin larut setelah makan dan menghabiskan waktu bersama, aku mengantar rose pulang kerumah, setiba didepan rumah “sayang, kamu gak usah anterin aku kedalem yah, soalnya aku capek banget langsung mau tidur” ucap rose lesu. “Oh ya udah, pacarku yang chubby, kamu istirahat ajah, jangan lupa minum vitamin” jawabku pelan dan tersenyum. Tak lupa seperti biasa selaluku kecup keningnya dan mainkan poni rambut depannya karena dia selalu marah jikalau poni rambutnya diganggu, tapi marahnya lucu sekali. “ Da,,, sayang” ucap rose keluar dari mobil dan melambaikan tangannya dari depan pagar.
Setelah beberapa meter mobilku melaju dari rumah rose, terlihat dari kaca sepion mobilku rose belum masuk rumah malah duduk didepan pagar seperti mengambil sesuatu dan datanglah seorang pria menghampirinya seperti berbincang serius, diriku tidak pernah berpikir buruk terhadap pacarku rose mungkin orang itu ingin menanyakan alamat pikirku. Selang beberapa hari setelah penampilan rose di televisi itu, nampaknya group menari mereka semakin terkenal saja dan pekerjaan mereka semakin banyak, baik didalam kota maupun diluar kota. Yah.. korbannya adalah aku sering ditinggal pergi dan rasa rindu yang menggebu tertahan tetapi sering juga diriku menemani pacarku pergi. Tak jarang juga banyak mata lelaki yang menggoda kecil  pacarku, itu resiko juga menjadi pacar seorang penari. Bahkan aku dan rose pernah bertengkar gara-gara seorang lelaki yang menggoda rose dan meminta foto. Tetapi semakin lama kami merajuk hubungan, kami semakin mengerti tentang resiko pekerjaan kami masing-masing dan semakin dewasa menuju hubungan serius. Sebab orangtua bahkan keluarga kami  sudah mengetahui hubungan serius aku dan rose. Aku masih ingat saat rose bertemu orangtuaku, dia nampak gugup sebab orangtuaku kurang menyetujui hubungan kami, alasan orangtuaku karena keluarga rose yang broken home serta pekerjaan dia sebagai penari, memang ayah dan ibu telah bercerai sejak rose masih sekolah sma dulu. Ini adalah sebuah kendala dihubungan kami, tak segan rose menangis mengingat peristiwa itu. Tapi aku selalu menguatkan rose dengan alasan-alasan yang kadang-kadang aku sendiri tak yakin dan hubungan kami agar tetap berlanjut, sebab aku sungguh mencintai rose. Aku bahkan masih ingat, saat menghadiri pesta pernikahan dosen mata kuliah makroku, rose pernah berkata dengan tertawa “Kita kapan yah sayang ? duduk bersama seperti dosenmu”, “besok kalo kamu maupun, bisa kok” jawabku tersenyum dan rose malah tersenyum lebar.
Tepat dua tahun hari jadian kami, aku sengaja mengajak rose pergi ke kampusku pukul 12.30 siang, ada sebuah kejutan yang telah rancang dua bulan yang lalu special untuk dia. Tapi disini rencanaku tidak disusun sendirian tetapi dengan puluhan temanku. Tiba-tiba rose meng~bbmku, “kamu dimana, aku udah dilobby kampusmu, yang”. Lalu aku menjemput rose dan mengajaknya kekantin kampus sambil memegang erat tangannya. “kita mau kemana?” tanya rose, “makan”, jawabku datar. “Kamu gak inget hari ini hari apa?” tanyanya cemberut dengan pipi tembemnya itu, “hari  kamis”, jawabku datar kembali, padahal aku pura-pura tidak tahu, nampak muka rose manyun dan diam. “Kamu kenapa?” tanyaku, “gak tau” ucapnya cetus. Aku hanya tersenyum dan tak sabar mengunggu kejutanku.
Setiba dikantin kampus, kami duduk dimeja tengah. Dan musicpun berbunyi Sabrina, just the way you are, “kok, lagu ini” ucap rose. Tiba-tiba orang disekeliling kami dengan berdiri lalu menari seperti flashmob mengiringi irama lagu. Rose nampak kaget dan heran, sesekali dia mencolekku tetapi aku asyik saja makan bakmi. Lalu akupun berdiri diatas meja dan ikut menari dengan lagu I love u baby, rose tertawa nampak matanya berbinar-binar, orang-orang yang menari tadi melingkari aku dan rose, aku mengajak rose berdiri diatas meja. “kamu mau ngapain lagi ?” tanya rose kaget. “aku mau bagiin pipi chuby kamu itu rose” gurauku. Sambil memegang kedua belah tangannya dan disaksikan orang-orang disekitar kantin , bahkan ada dosenku juga, aku ingin melamar rose. Sambil berteriak kencang aku megucapkan “Rose, I love u” seisi kantin melihat kami. “kamu gila” ucap rose. “Rose, dua tahun bukan waktu yang sebentar untuk suatu hubungan, masih ingat kamu saat aku menyatakan cinta di festival? Masih ingatkah saat kamu bertemu oarangtuaku? Dan aku masih ingat saat dipernikahan dosenku, kamu menanyakan kapan kita sepertia dia. Dan aku ingin matahari aku ini, memasak setiap pagi untuk ku kelak” tiba-tiba rose menjawab, “emang aku pembantu minta masak” rose memang lucu dan orang-orang tertawa mendengar itu. Sambil menarik balon disudut tangga kantin dan memecahkannya, terrnyata isinya sebuah  cincin, “ Rose, would you marry me?” ucapku sambil bersujud didepannya, rose menangis sendu dan orang disekeliling ikut  terharu juga. “kamu itu memang selalu penuh teka-teki, dimas. Aku suka tapi malu juga..heehe. yes, I will” jawab rose. “Yes..Yes..”teriakku lalu loncat dari meja, semua orang berteriak dan memberi selamat kepada kami. Setelah hari itu, videoku melamar rose tersiar diyoutube dan sudah ditonton 893 kali, aku dan rose kaget tapi senang juga, untuk yang sudah merekam lalu menguploadnya terima kasih banyak gumam kami.
Aku dan rose mulai membahas tentang pernikahan, pestanya dimana, gaunnya, makanannya, hari, tanggal, dan lain lain. Walaupun ibuku kurang merestui pernikahan kami, mau diapakan lagi, aku sempat mengancam apabila aku tidak direstui aku tidak akan menikah untuk selamanya.
Hari ini adalah hari sidang skripsiku rasanya deg-degan sekali, pacarku sengaja datang kekampus untuk menyaksikan sidangku. Tepat pukul 11.00 sidang dimulai, nampak duduk paling belakang wajah rose tersenyum dan mengucapkan pelan “semangat yah”. Beberapa pertanyaan diajukan dosen penguji kepadaku, rasanya sidang itu seperti dikepung bajak laut berkapak,,, hahahah……Setelah selesai diriku dinyatakan lulus, rose memeluk dan mencium pipiku, “calon suamiku pinter juga” ucap rose bangga.
Dengan aku dinyatakan lulus sidang, maka aku akan segera wisuda. Aku berencana satu hari setelah wisuda kelak maka pernikahanku akan digelar dengan rose. Kali ini kami sedang disibukkan dengan foto pre~wedding dimuseum mandiri, dan beberapa persiapan lainnya menyusul, sengaja aku dan rose menyuruh orang tua kami tidak usah membantu kami sebab ingin mengasih sebuah kejutan tema pesta kami kepada mereka. Selama tiga bulan kami menyiapkan ini semua dan semua undangan telah tersebar luas sekitar seribu undangan.
Hari ini tepat hari wisudaku dan esoknya pernikahan kami, aku akan memakai toga dan menjadi sarjana ekonomi tentunya ditemani ayah, ibu serta calon isteriku. Setiba digedung acara wisuda, rose tak kunjung datang, aku nampak gelisah dengan mem~bbm, meng~sms, menelpon namun handphonenya tak aktif. Dan acara wisudaku dimulai, sampailah pada urutan namaku dipanggil kedepan untuk dilantik togaku, namun dengan langkah tersendat dan menengok ketempat duduk penonton serta handphoneku, “Rose dimana kamu” tanyaku panik. Sekali lagi namaku dipanggil Dimas Wijaya, akupun maju ditengah perjalananku menuju altar para rector dan para dosen, handphone bergetar disaku celanaku ternyata sebait bbm masuk dari rose dengan cepat diriku membaca sambil berjalan. Sebuah tsunami terasa menghantam tiba-tiba saat membaca itu “Dimas tersayang, pasti kamu akan kecewa mendengarnya akupun sama, namun aku harus mengatakan ini, maaf aku membatalkan pernikahan kita besok, I love u” Kakiku terasa lemas, kepalaku berdenyut pusing, mataku menerawang serta mukaku pucat pasih dan badanku terasa kaku. Tiba-tiba orang disekelilingku menghampiriku dan membapaku kesebuah ruangan dengan tenaga medis, ternyata diriku pingsan. Seisi ruangan yang sakral berubah menjadi riuh gara-garaku. ‘Rose..rose..rose..rose” ucapku tak henti menyebut namanya dibawah alam sadarku.
Ayah dan ibu menghampiriku serta bertanya ada apa denganku, ibuku langsung mengambil handphone yang aku pegang dan tak sengaja membaca isi bbm rose. “Ha… ibukan sudah bilang, rose itu wanita gak bener. Ayah harus liat ini, ini yah baca” ucap ibu marah serta menagis menatapku.
Pesta pernikahanku batal dengan rose, aku bahkan tidak tahu alasan dia kenapa membatalkan pernikahan kami, rasanya airmata ini tak henti mengalir. Sejak hari itu aku mengurung diri dikamar, enggan makan dan enggan bertemu orang-orang serta terus menerus mengucapkan nama rose. Ibu nampak sedih dengan keadaanku seperti itu dan harus menanggung malu juga karena omongan dari tetangga tentang pesta pernikahanku yang batal. Pikiranku rasanya terbayang rose terus dan tak henti terbayang, bahkan sering mengingat peristiwa menyatakan cintaku padanya, aku bahkan sering berbicara sendiri dan mengamuk, pernah juga mencoba bunuh diri dengan pecahan kaca dikamarku. Apa artinya hidup tanpa rose disisiku, sang matahariku, sang penari dihatiku. Satu bulan dengan keadaan seperti itu, ibu menelpon seorang dokter psikolog untuk membantuku, aku dinyatakan stress dengan banyak pikiran, hingga dibawa kerumah sakit jiwa, dipikiranku hanya ada rose dan rose.
Teraniaya ibuku melihat anaknya seperti itu, sesering ibuku mengunjugi rumah rose namun tidak orangnya. Fakta yang didapat ibuku dari seorang teman dekat bahwa rose keluar negeri dengan seorang pria untuk menikah disana. Ibuku langsung terdiam, kesal bercampur aduk dan mengucapkan astagfitullah, mendengar itu. Opiniku setelah mendengar itu, menduga  jangan-jangan lelaki itu yang sempat bertemu rose didepan pagar saat ia ku antar pulang adalah suami dia sekarang. Hancur sekali terasa jiwa ini, aku sungguh mencintai kamu tidak memandang apapun kecuali Tuhan, kenapa kamu harus lakukan ini kepadaku, sampai kulit ini ditusuk ribuan kalipun dengan jarum suntik masih tak terasa, melebihi sakitnya hati ini. Aku mencoba mengerti arti keputusanmu itu, Rose.
 Hati-hatilah dengan sebuah janji, akan banyak korban apabila janji itu tidak kamu tepati, sama seperti calon isteriku yang membiarkan aku selana lima bulan dirumah sakit jiwa mengingat dia, sampai hari inipun aku tak tahu alasannya membatalkan pernikahan itu bahkan tak pernah lagi bertemu. Membayangkan wajahnya, senyumnya dan kebiasaannya saja, sudah cukup indah bagiku. Tetapi sang penari tetap menari dihatiku selamanya, aku mencintaimu dan masih tetap menunggumu, Rose Jamalka Sari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Total Pageviews

Creative Field

Blog List

About

Follow us on Facebook :P

Blogger news

Pages

Siapa Penyanyi Luar Negeri yang harus datang lagi ke Indonesia ?

Diberdayakan oleh Blogger.

My Youtube Channel :)

Loading...

Popular Posts

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Blog Archive

About me

Followers

Event

Blog archives

Ada kesalahan di dalam gadget ini