 |
Penampilan kami di International Education 2013 |
Awalnya
saya berpikir bahkan membayangkan bahwa penampilan kami dalam teater bukan main
ini akan tampil diberbagai tempat-tempat yang special dan mendapatkan pengalaman yang luar biasa.
Namun saat hari itu pikiranku semakin terwujud, pelatih kami Bang Hendro
memberitahukan bahwa akan tampil disebuah pabrik kandang ayam di PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, diujung kota
tangerang dan saat itu juga perasaan ku berkolaborasi antara rasa aneh,
bingung, senang dan cemas.
 |
Penampilan kami di Colorfull city koor Belanda |
Teater Bukan main adalah teater Terapi yang ada di Indonesia, membantu dengan seni musik, seni peran dll.
PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk (”Perseroan”) adalah penghasil pakan
ternak, Day Old Chicks dan makanan olahan terbesar di Indonesia.
Perseroan didirikan tahun 1972 dengan pabrik pakan ternak terbesar
pertama di Jakarta untuk menghasilkan pakan ternak berkualitas.
Saat ini, Perseroan memfokuskan usahanya pada kegiatan agro-business
yang mencakup poultry business, dari memproduksi pakan ternak
berkualitas, pembibitan ayam yang cepat tumbuh dan tahan penyakit serta
menghasilkan produk ayam olahan berkualitas tinggi.
 |
panggung utama yang disiapkan pekerja PT pokpand |
Sebelum tiba disana, pikiranku sempat berkecamuk. Karena saya bisa membayangkan rasa semerbak (bau kotoran ayam) disana
dan para karyawan yang terbiasa dengan kehidupan yang sederhana saja. Dan
potret itu menjadi kenyataan, tepatnya hari kamis pada tanggal 14 februari
seluruh tim kami dari pemusik, pemain bahkan pelatih kami siap menuju daerah
itu. Sebuah perjalanan yang lumyan jauh serta jalanannya yang rusak mendekati
peternakan.
Setiba
disana, kami langsung menuju ruangan yang telah disiapkan oleh para pegawai.
Nampaknya saya masih terasa asing dengan suasana ini, tetapi ada hal yang saya
kagumi dari ruangannya, sebenarnya ruangan itu sehari-harinya begitu kotor,
digunakan para karyawan untuk merangkai ribuan telur. Tapi saat itu nampak
bersih, lantainya ditutupi terpal berwarna orange yang baru. Keadatangan kami
sepertinya begitu dihargai dan perasaan asingku saat itu berubah menjadi rasa
mengebu-gebu yang luar biasa untuk menterapi para karyawannya.
 |
para pekerja ayam, yang kami beri pelatihan |
Selang beberapa
menit kami mempersiapkan penampilan dan para pemain bermeditasi untuk
menenangkan diri, beberapa karyawan masuk dengan kaos putih serta muka yang
tampak kusam dan penampilan sangat
sederhana, perasaanku semakin bergemuruh setelah beberapa menit masuk lagi
puluhan karyawan kedalam ruangan itu. Astaga… banyak sekali karyawan yang harus
aku terapi, ungkapku dalam hati.
The show must go on, pemusik
telah siap, para terapis siap, bahkan para karyawan telah duduk rapi didepan
kami. Sebuah pembukaan lagu dangdut yang asyik untuk membuat badan bergoyang,
namun dari pengamatanku dari puluhan karyawan diruangan hanya beberapa orang saja yang menikmati irama
music ini. Karyawan lain masih nampak malu-malu, takut, bingung dan tidak tahu
untuk apa acara ini?
 |
Pelatihan dibuka dengan lagu dangdut. |
Nampaknya
kami harus melakukan usaha ekstra untuk menterapis mereka hari ini, melalui
metode-motode yang biasa dilakukan di teater healing/ teater bukan main. Hingga
sampai pada pertengahan acara, beberapa karyawan sudah mulai aktif dan
menikmati terapis ini.
 |
Tahap penceritaan per group |
Yang paling berkesan itu adalah saat tahap penceritaan
dimana mereka disuruh membuat empat kelompok dan berbagi cerita-cerita yang
mereka alami, pada saat awal mereka nampak malu dan takut untuk bercerita.
Namun saya berusaha menenangkan mereka dan membuat mereka berani untuk
berbicara, satu-persatu dari mereka mulai berbicara apalagi yang lebih banyak
dari kaum wanita. Sungguh luar biasa diluar dugaan mereka bercerita dengan
lepas sekali, bahkan dari mereka menangis sambil meluapkan isi hati mereka,
pengalaman mereka yang berat dan menikmati saat dipeternakan ayam ini. Hingga
pada suatu cerita dari mina salah seorang karyawan yang membuatku menangis, beliau
sudah dari kecil belum bertemu dengan ibunya hingga sekarang, dan ada juga
karyawan yang membuatku nampak tercengang melalui pengetahuannya yang luar
biasa, aku mengira bahwa semua karyawan disini cuma memiliki pengetahuan yang
sedikit, tetapi berbeda dengan cici ini, dia sangat pintar, bahkan membantuku
menyuruh karyawan lain bercerita, dia mengalami kisah percintaan yang rumit
yaitu cinta segi empat diantara tiga pria dikandang ayam.
 |
Para pekerja ternak ayam, yang hanya lulusan SD, SMP tertinggi adalah SMA |
Dan beberapa cerita
dikelompok ku, cerita dari mina itupun aku angkat dalam tahap penceritaan
didepan. Luar biasa… mereka yang awal nampak malu, namun saat menjadi property
dalam permainan seperti, meja, kursi dll. Mereka mudah diatur dan langsung
mengerti, apalagi berperan sebagai tokoh dalam cerita sangat mengilhami peran
itu.
 |
Photo Bersama setelah usai acara |
Waktu
hampir tiga jam itu membuatku semakin mengerti arti hidup ini, semakin tahu
silsilah lain dari kehidupan mereka yang Nerimo
saja apa yang akan terjadi kedepannya, hanya berserah diri mengikuti alur
kehidupan tanpa mengimpi-impikan yang luar biasa dalam kehidupan. Sepertinya
wawasan mereka akan kembali terbuka dan imajinasi mereka akan kuat setelah
mengikuti terapi ini.
 |
Usai pelatihan, evaluasi dan makan bersama pemusik, terapis, serta bapak manager. |
Dari hasil pengamatan warna yang kami hasilkan diakhir
acara, dari sampel 10 karyawan yang ada dikelompok diskusi ku yaitu :
Mina
Warna
putih
Perasaan
Senang
|
Kiki
Warna
Ungu
Perasaan
Senang
|
Iin
Warna
Putih
Perasaan
Senang
|
Martina
Warna
Putih
Perasaan
Gembira
|
Suci
Warna
Merah
Perasaan
Gembira
|
Mimin
Warna
Kuning
Perasaan
Senang
|
Inun
Warna
Pink
Perasaan
Senang
|
Cici
Warna
Merah
Perasaan
senang
|
Jono
Warna
Biru
Perasaan
Gembira
|
….
Warna
Biru
Perasaan
Gembira
|
Yudha
Palistiandika- Teater bukan main
Jakarta, 2013
Follow Yupistt:
Twitter Facebook Youtube